Kembali ke Kampung - Pendidikan Adat di Indonesia

Pada Bulan Maret 2016, para penggerak Pendidikan Adat dari seluruh Indonesia dan Filipina bertemu di Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat, untuk membahas pendidikan adat di Indonesia. Mereka membahas masalah-masalah: "Sistem Pendidikan yang ada saat ini mengajarkan 'ilmu pergi'" - Sarno Maulana, Sekolah Pasawahan, Jawa Barat. Mereka juga merancang impian masa depan: "Penting bagi kita memulai pendidikan - Pendidikan Adat kita. Sehingga kita yang menentukan metodenya, kita yang menentukan isinya, dan semuanya berada dalam wilayah adat kita." Jhontoni Tarihoran, BPAN (LifeMosaic 2019)

Languages: English Bahasa Indonesia


Video terkait:

Merajut Benang Peradaban Samabue

Merajut Benang Peradaban Samabue

Sekolah Adat Samabue didirikan pada tahun 2016 di Kalimantan Barat. Sekolah ini menjadi kelompok belajar sepulang-sekolah untuk melayani anak-anak adat yang belajar di sekolah umum negeri dan bertujuan untuk mengakarkan anak-anak pada pengetahuan dan budaya tradisional mereka sendiri. Guru-gurunya adalah sukarelawan adat dan para tetua setempat yang menjembatani hubungan antar-generasi. (LifeMosaic 2019)


Video terkait:

Pendidikan Misak Memerdekakan Pikiran

Pendidikan Misak Memerdekakan Pikiran

Masyarakat adat Misak, dari selatan Kolombia, mengalami kehilangan hampir seluruh budaya, wilayah dan bahasanya sebelum merebut kembali tanah leluhur mereka di tahun 1970-an. Sejak itu mereka meremajakan budaya mereka, merebut kembali tradisi mereka dan memperkuat otonomi mereka. Kini 95% orang Misak berbahasa ibu, dan 9 dari 10 pemuda yang meninggalkan wilayah adatnya, kembali. Bagaimana orang Misak melakukannya? Dan peran apa yang dimainkan oleh sistem pendidikan adat mereka? (LifeMosaic 2019)


Video terkait:

Tugdaan – Sekolah Menengah Adat

Tugdaan – Sekolah Menengah Adat

Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Mangyan Tugdaan adalah lembaga pendidikan yang dimaksudkan untuk melayani 8 suku Mangyan di Mindoro Timur dan Barat, Filipina. Sekolah bagi anak-anak usia 11-18 tahun ini didirikan pada tahun 1989 setelah rangkaian panjang pembahasan dengan para tetua yang telah belajar dari pengalaman bahwa mereka dibeda-bedakan dan diperdaya oleh orang-orang dataran rendah karena berpendidikan sangat rendah. Mereka membangun impian untuk mendidik kaum muda tanpa menghilangkan kepercayaan, pengetahuan, dan praktik-praktik budaya mereka yang berakar kuat. (LifeMosaic 2019)


Video terkait:

Pamulaan – Pusat Pendidikan Masyarakat Adat

Pamulaan – Pusat Pendidikan Masyarakat Adat

Pamulaan merupakan universitas adat yang dibangun untuk kaum muda adat Filipina. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan pendidikan tinggi yang peka dan sesuai budaya; menghasilkan para sarjana adat yang berpengetahuan dan keterampilan tapi tetap berakar pada budaya mereka sendiri. (LifeMosaic 2019)

Proyek terkait

Pendidikan Adat

Pendidikan Adat

LifeMosaic bekerja untuk mendukung penyebaran pendidikan yang dikembangkan dalam wilayah-wilayah adat; berakar pada sistem dan praktik pengetahuan para leluhur; dan membantu komunitas-komunitas mengatasi berbagai tantangan zaman ini.

LifeMosaic adalah lembaga nir laba yang tercatat (Nomer pencatatan : SC300597) dan lembaga amal tercatat di Skolandia dengan nomer SC040573