Video - Sumber Daya LifeMosaic

Demam: trailer

Demam: trailer

LifeMosaic, bekerjasama dengan gerakan masyarakat adat, membuat film peraih penghargaan Demam. Demam adalah sebuah film dokumenter yang merupakan rangkaian 4 film pendek berdasarkan suara dan pengalaman masyarakat adat di di Ekuador, Nikaragua, Filipina dan Indonesia. Film-film pendek ini merupakan alat untuk pemberdayaan bagi komunitas masyarakat adat dan pendukungnya. Film ini sering digunakan di pelatihan, lokakarya, diskusi pemerintahan dan kebijakan serta di festival, sekolah dan perguruan tinggi. Pada saat ini film-film yang tersedia disuarakan dalam bahasa Inggris, Indonesia, Perancis, Spanyol, Filipina dan Cebuano. (LifeMosaic, 2010)


Memandang Semenanjung Kampar

Memandang Semenanjung Kampar

Semenanjung Kampar merupakan lahan gambut seluas 700,000 hektar dengan kedalaman mencapai 15 meter, di Pulau Sumatra, Indonesia. Lahan gambut tersebut mengandung lebih dari 2 milyar ton karbon. 400,000 hektar hutan masih tersisa, dan 300,000 telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit serta kertas dan pulp. Semua mata tertuju pada Kampar: penebang, pedagang karbon, dan perusahaan-perusahaan termasuk pemilik HTI RAPP. Tetapi apakah yang tersisa untuk masyarakat Adat “Akit” dan “Melayu” yang tinggal di semenanjung? Film ini menceritakan kisah manusia dibalik salah satu lahan penyimpan karbon terbesar di dunia. (LifeMosaic, 2009)


Dibalik Kertas - bagian 1

Dibalik Kertas - bagian 1

Dibalik Kertas adalah film tentang hutan tanaman industri yang juga dikenal sebagai HTI. Film ini ditujukan untuk ribuan masyarakat adat dan masyarakat lokal di seluruh Indonesia, yang lahannya berdekatan atau berada di dalam wilayah konsesi HTI, atau di wilayah di mana izin baru HTI direncanakan. Film ini berdasarkan suara - suara masyarakat dari 8 komunitas di Papua, Sumatra Utara, Riau dan Jambi, yang telah kehilangan sebagian atau semua tanah leluhur mereka untuk dijadikan HTI. Kita akan mendengar dampak yang sudah mereka alami terkait ekonomi kampung, air, budaya, bahan pangan serta hak-hak atas tanah mereka. Film ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat mengorganisir diri untuk menghadapi tantangan tersebut. (LifeMosaic, 2012)


Dibalik Kertas - bagian 2

Dibalik Kertas - bagian 2

Di film ini kita akan membahas strategi dan taktik yang di gunakan oleh masyarakat untuk membela hak-hak mereka ketika menghadapi HTI. Ada banyak contoh di mana masyarakat berhasil dalam memperjuangkan apa yang mereka inginkan untuk masa depan tanah mereka. Beberapa masyarakat mungkin masih bernegosiasi dengan perusahaan untuk menentukan bagian mana dari tanah masyarakat bisa dipergunakan, dan bagian mana yang tidak boleh disentuh oleh perusahaan. Beberapa masyarakat yang lain mungkin memilih sama sekali menolak pabrik dan perkebunan di tanah mereka , dan yang lain menginginkan pengembalian tanah mereka dari konsesi HTI yang sudah ada. Untuk semua situasi tersebut sangatlah penting bagi masyarakat untuk terorganisir dengan baik, memiliki informasi jelas dan bersatu agar dapat mengambil keputusan yang bijak dan membuat strategi yang ampuh untuk masa depan mereka. (LifeMosaic, 2012)


Pandumaan-Sipituhuta: Modal vs Masyarakat Adat

Pandumaan-Sipituhuta: Modal vs Masyarakat Adat

(Pandumaan-Sipituhuta / KSPPM / LifeMosaic, 2013)


Pandumaan-Sipituhuta: Aksi Solidaritas di Poldasu Medan

Pandumaan-Sipituhuta: Aksi Solidaritas di Poldasu Medan

(Pandumaan-Sipituhuta / KSPPM / LifeMosaic, 2013)


REDD di Ambang Pintu

REDD di Ambang Pintu

REDD adalah mekanisme yang menempatkan nilai uang pada karbon hutan untuk mengurangi deforestasi. Kenapa karbon tiba-tiba bernilai? Siapa mendapat untung dari proyek baru tersebut? Dan apa dampaknya terhadap masyarakat adat yang tinggal di sekitar hutan? Film ini - REDD di Ambang Pintu - untuk diperuntukkan pada kampung masyarakat adat se-Indonesia, untuk meningkatkan kesadaran dan membangun pengertian tentang karbon di hutan, utamanya tentang REDD. (LifeMosaic, 2011)


REDD: Binatang Baru di Hutan

REDD: Binatang Baru di Hutan

REDD (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan), merupakan strategi mitigasi perubahan iklim guna mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan mencegah atau mengurangi penggundulan dan degradasi hutan. Masyarakat adat yang hidup di dalam hutan membawa pesan penting terkait REDD, potensi peluang, dan resiko kegagalan apabila hak-hak masyarakat adat, pengetahuan dan praktek tradisional mereka tidak diakui. (LifeMosaic, 2009)


Maju atau Mundur? – Bagian 1

Maju atau Mundur? – Bagian 1

Maju atau Mundur? adalah film pendidikan yang dibuat dengan 20 masyarakat adat di Indonesia. Film ini berdasarkan suara masyarakat adat di Indonesia yang secara langsung mengalami dampak dari perkebunan kelapa sawit di tanah di mana mereka telah tinggal dan bekerja selama beberapa generasi. Film ini bertujuan untuk membantu anggota masyarakat dalam perkebunan kelapa sawit atau di daerah ekspansi supaya mereka membuat keputusan maklum mengenai penggunaan tanah leluhur mereka di masa depan. (LifeMosaic, 2007) Bagian I dari film ini berfokus pada dampak dari kelapa sawit dan berisi pengenalan, dan bab tentang ekonomi lokal, sistem pertanian, air, budaya, tanah dan konflik.


Maju atau Mundur? – Bagian 2

Maju atau Mundur? – Bagian 2

Maju atau Mundur? adalah film pendidikan yang dibuat dengan 20 masyarakat adat di Indonesia. Film ini berdasarkan suara masyarakat adat di Indonesia yang secara langsung mengalami dampak dari perkebunan kelapa sawit di tanah di mana mereka telah tinggal dan bekerja selama beberapa generasi. Film ini bertujuan untuk membantu anggota masyarakat dalam perkebunan kelapa sawit atau di daerah ekspansi supaya mereka membuat keputusan maklum mengenai penggunaan tanah leluhur mereka di masa depan. (LifeMosaic, 2007) Bagian II berisi bab tentang alternatif yang dipimpin komunitas dan taktik komunitas untuk menerima atau menolak kelapa sawit.


LifeMosaic adalah lembaga nir laba yang tercatat (Nomer pencatatan : SC300597) dan lembaga amal tercatat di Skolandia dengan nomer SC040573