8 Perusahaan Perkebunan Sawit Diduga Rampas Tanah Masyarakat

Sawit (Photo LifeMosaic)

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rihard Nelson

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sedikitnya ada delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalbar diduga kuat merampas hutan dan lahan masyarakat serta berdiri diatas lahan gambut.

Mereka adalah PT CP, RK, M, SUM, PAL, SMS, WDBP, dan KMS. Manager Program Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan Esty Kristianti mengatakan kedelapan perusahaan perkebunankelapa sawit tersebut menyerobot lahan dan hutan milik warga setempat. Warga sudah berupaya mengadu ke pihak perusahaan namun tidak ada respon yang baik.

“Warga sudah lapor bahkan sudah juga membuat surat ke pihak perusahaan namun tidak mendapatkan respon. Atas kondisi itu, warga bersama kami mendampingi melaporkan kasus ini ke pihak Polda Kalbar dan gakkum KLHK dan mendapatkan respon,” kata Hesti kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Santika, Sabtu (5/8).

Secara rinci Hesti menyebutkan di lokasi PT CP ada sekitar 8.123 hektare lahan berada di kawasan hutan. 7.756 hektare berada di kawasan gambut.

“Lalu sangat disayangkan juga ada perusahaan yang berlokasi di kawasan hutan lindung yakni PT RK berada di Kubu Raya. Luasannya mencapai 1672 hektare. Begitu juga PT KMS berlokasi di areal Taman Wisata Alam dengan luasannya mencapai 753 hektare,” bebernya.

Atas kasus ini, Esty mengungkapkan ada rumah warga yang terkena penggusuran. Warga pun berharap lahan dan hutan harus dikembalikan dalam kondisi semula.

“Dan untuk kasus Di PT RK akan ada pertemuan audiensi antar warga dengan DPRD,” tukasnya.

Sumber: pontianak.tribunnews.com


Related Project:

Kelapa Sawit

LifeMosaic, bermitra dengan Friends of the Earth dan Sawit Watch, mengkoordinasikan proyek yang bertujuan untuk menyebarkan informasi penting terkait dampak kelapa sawit pada masyarakat di wilayah perluasan perkebunan agar mereka dapat membuat keputusan tepat atas lahan dan masa depan mereka.


Cerita terbaru

Lowongan Pekerjaan di LifeMosaic

2nd Sep 2019
Ingin bergabung dengan tim LifeMosaic yang bersemangat? Kami sedang mencari Pekerja Program untuk mendukung gerakan masyarakat adat di Indonesia. Tenggat pengiriman lamaran tanggal 16 September 2019.


LifeMosaic Meluncurkan Perangkat tentang Pendidikan Adat

30th Apr 2019
LifeMosaic bersama YP-MAN meluncurkan Kembali ke Kampung: Sebuah Perangkat tentang Pendidikan Adat. Rangkaian materi di dalamnya ditujukan bagi para pendidik adat, pemrakarsa pendidikan adat, atau bagi siapapun yang tertarik dengan pendidikan yang membantu menjaga keberagaman ekspresi kemanusiaan.


LifeMosaic adalah lembaga nir laba yang tercatat (Nomer pencatatan : SC300597) dan lembaga amal tercatat di Skolandia dengan nomer SC040573